Raja Emas Indonesia

Inflasi adalah Apa? Pelajari Ciri, Jenis, dan Penyebabnya!

TTim Redaksi Raja EmasNews & Update 6 menit baca
Inflasi adalah Apa? Pelajari Ciri, Jenis, dan Penyebabnya!

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa harga emas saat ini jauh lebih mahal? Ada banyak alasan di baliknya secara global. Misalnya, status emas yang sekarang adalah aset safe haven karena ketidakpastian ekonomi. Bisa juga dipengaruhi karena banyak bank sentral yang berbondong-bondong memborong emas fisik, serta melemahnya mata uang. 

Alasan lain kenapa emas harganya terus naik adalah karena terjadinya inflasi. Inflasi adalah ketika harga barang dan jasa terus menerus naik dalam jangka waktu tertentu. 

Pasti muncul pertanyaan di benak Anda, perlukah antisipasi dalam menghadapi inflasi di tengah kondisi ekonomi yang kini tidak pasti? Mari kita pahami terlebih dahulu apa itu inflasi, ciri-cirinya, penyebabnya, dan jenisnya di artikel ini!

Apa itu Inflasi?

Menurut Bank Indonesia, inflasi adalah kondisi di mana kenaikan harga barang dan jasa terjadi terus menerus. Kondisi ini dapat dikategorikan sebagai inflasi apabila kenaikan harga menjadi meluas hingga menimbulkan barang-barang yang lain ikut naik. 

Di Indonesia, perhitungan inflasi dilakukan oleh BPS atau Badan Pusat Statistik. Perhitungan inflasi dilakukan dengan cara survey yang mengumpulkan data harga barang dan jasa yang mewakili belanja konsumsi masyarakat. Indikator untuk mengukur inflasi disebut IHK atau Indeks Harga Konsumen.

Lalu, apakah jika terjadi inflasi itu berarti pertanda buruk? Terjadinya inflasi justru menandakan bahwa roda ekonomi itu berjalan. Inflasi tidak menjadi buruk apabila berada di dalam tingkat yang terkendali, seperti dalam target Bank Indonesia di tahun 2026 itu di sekitar 2,5±1%.  

Inflasi menjadi buruk apabila menyebabkan suku bunga naik, daya beli masyarakat menurun, serta melonjaknya biaya hidup. Bagaimana cara Anda bisa tahu apakah saat ini sedang inflasi? Mari kita bahas sama-sama ciri-ciri inflasi di bawah ini!

Baca Juga: Cara Memilih Emas Tua, Terbaik Untuk Investasi Tapi Mudah Rusak

Ciri-ciri Inflasi

Dengan memperhatikan kondisi ekonomi, ada beberapa ciri-ciri inflasi yang dapat dengan mudah Anda temukan. Ciri-ciri inflasi adalah sebagai berikut:

1. Harga Barang dan Jasa Naik

Secara keseluruhan harga barang kebutuhan pokok dan jasa naik. Kenaikan yang terjadi pun meluas, jadi bukan hanya di satu dan dua jenis barang saja. Hal ini juga yang menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat.

2. Perubahan Perilaku Masyarakat

Di tingkat inflasi tinggi, masyarakat cenderung untuk menyimpan uang yang mereka miliki. Karena ketidak stabilan ekonomi, masyarakat jadi enggan untuk membelanjakan uang mereka. Tidak hanya uang, masyarakat juga lebih memilih untuk menyimpan aset daripada memegang uang tunai yang nilainya terus merosot.

3. Nilai Uang Turun

Karena terjadinya harga barang dan jasa naik, nilai uang yang masyarakat miliki menjadi menurun. Seperti yang mungkin Anda rasakan di beberapa tahun terakhir mengenai makin tingginya harga emas, sama halnya dengan barang lain. Yang awalnya Anda bisa membeli 10 barang dengan sejumlah uang, kini mungkin Anda hanya bisa mendapatkan 5 atau bahkan hanya 2.

4. Banyak Barang Menjadi Langka

Ada barang tertentu yang permintaannya jadi tinggi saat inflasi, hal ini mengakibatkan beberapa barang jadi langka dan sulit didapatkan. Selain karena tingginya permintaan, bisa juga disebabkan oleh penimbunan stok. Masyarakat jadi kesusahan mendapatkan barang yang dibutuhkan.

5. Jumlah Uang yang Beredar Melebihi Kebutuhan

Jumlah uang tunai yang beredar tidak seimbang. Uang yang disimpan masyarakat tidak seimbang dengan ketersediaan barang pokok dan jasa di pasaran. 

Penyebab Inflasi

Menyadur dari Bank Indonesia, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya inflasi. Penyebab inflasi dapat dikategorikan dalam 3 faktor utama. 

1. Cost Push Inflation

Cost Push Inflation atau tekanan dari sisi penawaran. Apabila inflasi terjadi akibat adanya tekanan dari sisi penawaran dan/atau kenaikan peningkatan produksi, faktor penyebabnya meliputi:

Mata uang melemah (Depresiasi)

Jika mata uang lokal suatu negara (misalnya Rupiah) melemah terhadap mata uang asing (Dolar US), barang-barang impor pastinya akan terasa lebih mahal. Padahal,banyak produsen di Indonesia yang membeli bahan baku dari luar negeri. Karena biaya bahan bakunya naik, harga jual produk ikut naik. Maka, terjadilah inflasi. 

Efek inflasi dari luar negeri (Imported Inflation)

Jika negara luar yang suatu negara jadikan pemasok barang sedang mengalami inflasi, barang yang dibeli otomatis akan ikut mahal. Biaya produksi barang pun ikut naik.

Kenaikan harga barang yang diatur pemerintah

Harga barang-barang pokok seperti BBM atau tarif listrik itu ditetapkan oleh pemerintah. Di saat pemerintah menaikkan harga komoditas penting seperti BBM dan listrik, operasional pabrik, toko, bahkan sampai ongkos kirim barang pun ikut melonjak. Hal ini mengakibatkan kenaikan harga barang secara umum.

Gangguan pasokan barang (Negative Supply Shocks)

Bencana alam atau masalah di jalur distribusi juga bisa membuat pasokan barang di pasaran menurun drastis. Ketika barang di pasar makin langka sementara masyarakat banyak membutuhkannya, harga sudah pasti otomatis naik. 

2. Demand Pull Inflation

Demand Pull Inflation atau inflasi yang terjadi karena tingginya permintaan barang dan jasa. Sederhananya, inflasi dapat terjadi ketika masyarakat sedang gencar berbelanja, tapi pasokan barang di pasaran terbatas. Di tingkat ekonomi makro, permintaan total lebih besar dari kemampuan produksi pabrik dan penyedia jasa. Penjual pun menaikkan harga karena barangnya makin langka.

3. Ekspektasi Inflasi

Ekspektasi inflasi adalah faktor yang dipengaruhi bayangan atau tebakan masyarakat dan pelaku ekonomi ke tingkat inflasi yang akan datang. Bayangan dan tebakan ini bisa dengan langsung mengubah cara masyarakat belanja atau menetapkan harga. 

Jenis Inflasi

Ada berbagai jenis inflasi yang dapat terjadi. Mengutip dari Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, jenis inflasi dibagi menjadi 4 berdasarkan tingkatannya. Jenis inflasi antara lain inflasi ringan, inflasi sedang, inflasi berat, dan inflasi sangat berat.

1. Inflasi Ringan (Creeping Inflation)

Inflasi ringan adalah inflasi yang terjadi jika harga barang pokok dan jasa berada di bawah 10%. Laju inflasi ini cenderung rendah dan kenaikan harga yang terjadi juga relatif lambat.

2. Inflasi Sedang (Galloping Inflation)

Jika harga barang pokok dan jasa berada di antara 10% - 30%, berarti kondisi ini sudah termasuk inflasi sedang. Inflasi sedang ditandai dengan kenaikan harga dalam waktu singkat dan cukup besar.

3. Inflasi Berat (High Inflation)

Jika kenaikan harga barang dan jasa berada di antara 30% - 100% dalam setahun serta sulit untuk dikendalikan, sudah bisa dipastikan berarti inflasi yang terjadi adalah inflasi berat.

4. Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Ketika inflasi tidak terkendali, kenaikan harga sudah melewati 100% dalam setahun. Inflasi jenis ini sudah pasti dirasakan seluruh lapisan masyarakat karena terjadi besar-besaran.

Cara Mengantisipasi Inflasi

Melihat kondisi ekonomi global mungkin membuat Anda ingin berjaga-jaga. Berikut ini adalah cara atau upaya yang dapat Anda lakukan untuk mengantisipasi inflasi. 

Evaluasi Keuangan Anda

Siapkan dana darurat kurang lebih 6-12 kali pengeluaran bulanan. Hal ini dapat dilakukan untuk berjaga-jaga jika ada risiko PHK. Mulai mengurangi membeli barang yang tidak dibutuhkan dan catatlah pemasukan dan pengeluaran secara rutin.

Mulai Investasi

Jika Anda memiliki budget yang cukup, Anda dapat berinvestasi properti karena aset tanah dan bangunan biasanya mengimbangi inflasi. Anda juga bisa melakukan investasi saham atau reksa dana. Yang populer dilakukan saat ini adalah investasi emas karena dinilai sebagai investasi yang tahan inflasi.

Baca Juga: Panduan Memilih Gelang Emas Bayi dan Rekomendasi Model

Investasi Emas Tahan Inflasi

Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, Anda dapat mengantisipasi dan membekali diri dengan investasi. Investasi emas dinilai bisa menjaga nilai kekayaan dari inflasi karena harganya stabil dan bisa terus naik dalam jangka panjang.

Emas juga memiliki tingkat likuiditas tinggi, yang artinya sangat mudah dijual kembali atau dicairkan kapan saja. Nah, jika Anda sedang membutuhkan dana darurat, Anda dapat menjual emas Anda di Raja Emas Indonesia! Anda dapat menjual emas dengan aman, cepat, dan nyaman meskipun tanpa sertifikat emas. Kunjungi laman rajaemas.id dan beri tahu kami kebutuhan Anda!

Pertanyaan Umum

Siap Jual atau Cek Emas Anda?

Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.