Raja Emas Indonesia

3 Cara Mengatasi Inflasi dan Tips Menghadapinya bagi Masyarakat

TTim Redaksi Raja EmasNews & Update 7 menit baca
3 Cara Mengatasi Inflasi dan Tips Menghadapinya bagi Masyarakat

Ketika naiknya harga barang pokok dan jasa di pasaran terjadi secara terus menerus dan meluas, kondisi ini adalah inflasi. Penyebab inflasi sendiri bermacam-macam, misalnya meningkatnya permintaan, melemahnya mata uang, kenaikan harga bahan produksi, sampai bencana alam. Jika inflasi sudah mencapai tingkat yang sulit terkendali, masyarakat menjadi salah satu pihak yang paling dirugikan. 

Ada beberapa upaya yang dilakukan oleh pemerintah yang dilakukan sebagai cara mengatasi inflasi. Tetapi, perlu Anda pahami bahwa inflasi hanya dapat ditekan lajunya. Pemerintah dan tidak bisa menghilangkan laju inflasi, tetapi pemerintah dapat berupaya menekan lajunya inflasi sesuai dengan target setiap tahunnya. 

Setiap tahunnya, Bank Indonesia akan mempublikasikan target tahunan inflasi di situs resminya. Misalnya untuk tahun 2026, target inflasi Indonesia sekitar 2,5±1%. Lalu, apa saja upaya yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menekan laju inflasi? Pelajar beberapa cara mengatasi inflasi dan juga bagaimana kita sebagai masyarakat menghadapinya.

Cara Mengatasi Inflasi 

Cara mengatasi inflasi bukan hanya tanggung jawab yang dipikul oleh pemerintah saja. Secara umum inflasi diatasi melalui percampuran antara kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta kebijakan nonfiskal dan nonmoneter. Perhatikan penjelasannya sebagai berikut 

1. Kebijakan Fiskal

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, fiskal merujuk kepada suatu hal yang berkenaan dengan pendapatan negara atau urusan pajak. Upaya kebijakan fiskal dalam cara mengatasi inflasi mencakup pengurangan pengeluaran pemerintah, penerbitan obligasi atau surat utang negara, serta peningkatan tarif pajak. Kebijakan fiskal dilakukan oleh pemerintah untuk mengelola pendapatan negara dan anggaran supaya daya beli yang berlebihan dapat ditekan sebagai cara untuk mengatasi inflasi.  

2. Kebijakan Moneter

Moneter berarti sesuatu yang berkaitan dengan uang atau keuangan. Kebijakan moneter akan dilakukan oleh bank sentral seperti Bank Indonesia dengan tujuan mengurangi jumlah uang tunai yang beredar di masyarakat. Kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia untuk mengatasi inflasi dapat berupa politik diskonto, operasi pasar terbuka, dan politik cadangan kas. 

Disadur dari Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, politik diskonto merujuk pada tindakan menaikkan nilai suku bunga bank supaya masyarakat lebih memilih untuk menabung dan mengurangi pinjaman. Bank Indonesia juga akan menerapkan politik cadangan kas di mana Bank Indonesia akan merubah batas minimal cadangan kas bank umum lebih tinggi untuk mengurangi kapasitas pinjaman bank. Masyarakat juga bisa menjual surat berharga ke Bank Indonesia untuk menyerap likuiditas, hal ini disebut sebagai operasi pasar terbuka. 

Hal-hal tersebut adalah upaya kebijakan moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia dalam cara mengatasi inflasi. 

3. Kebijakan Nonfiskal dan Nonmoneter 

Selain kebijakan fiskal dan moneter, kebijakan nonfiskal dan nonmoneter juga dilakukan pemerintah untuk mengatasi inflasi. Dalam kebijakan nonfiskal dan nonmoneter, cara pemerintah dalam mengatasi inflasi dapat berupa menetapkan harga maksimum, menambah hasil produksi, memudahkan proses impor, menstabilkan tingkat upah minimum masyarakat, dan melakukan pengawasan dalam distribusi barang. Menurut Ditjen Perbendaharaan Kemenkeu RI, ada 5 cara mengatasi inflasi yang dilakukan pemerintah dalam kebijakan nonfiskal dan nonmoneter. Berikut ini penjelasanya. 

1. Memperbanyak jumlah barang yang diproduksi

Untuk membantu meringankan beban para pengusaha atau produsen, pemerintah mengeluarkan berbagai kebijakan khusus. Pemerintah bertujuan untuk memotivasi para pengusaha agar mereka mampu memacu jumlah produksinya. Ketika pasokan barang di pasaran semakin melimpah, perputaran uang akan bergerak lebih cepat. Hal ini pada akhirnya membuat peredaran uang kembali stabil. 

2. Mempermudah arus barang impor

Karena pengusaha maupun produsen dalam negeri tidak selalu mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar. Pemerintah akan memberikan jalan keluar dengan memberikan kemudahan arus barang impor masuk ke dalam negeri. Langkah ini dapat dilakukan dengan cara memangkas tarif pajak sekaligus menyederhanakan proses perizinan barang dari luar negeri. 

3. Mempertahankan kestabilan daya beli dan pendapatan masyarakat

Pemerintah akan mengendalikan stabilitas pendapatan masyarakat untuk menekan laju inflasi yang tidak terkendali. Pemerintah tidak akan menaikkan upah minimum menjadi tinggi secara tiba-tiba untuk mencegah wage-price spiral. Kenapa di tengah inflasi justru pemerintah mengerem pendapatan masyarakat? Karena kenaikan gaji secara tiba-tiba akan membuat beban operasi melonjak. Lalu untuk menutupi gaji pekerja yang tinggi, produsen akan menaikkan harga jual barang. Siklus ini hanya akan memperparah inflasi, itulah mengapa pemerintah berusaha untuk mempertahankan kestabilannya. 

4. Menentukan patokan harga jual

Ketika terjadinya inflasi, biasanya harga barang akan meroket tajam sehingga daya beli masyarakat menjadi menurun. Nah, untuk menyiasati hal ini, pemerintah akan menentukan patokan harga jual paling tinggi supaya barang menjadi terjangkau kembali. Yang akhirnya akan membuat daya beli masyarakat bisa berangsur membaik. 

5. Mengontrol jalannya distribusi barang

Gangguan distribusi juga memicu kelangkaan pasokan barang pokok di tengah tingginya permintaan. Hal ini hanya akan berujung pada kenaikan harga lokal yang sangat tinggi. Sebagai cara mengatasi inflasi, pemerintah akan memperketat pengawasan logistik untuk memastikan barang segera didistribusikan ke masyarakat tanpa hambatan. 

Baca Juga: Inflasi adalah Apa? Pelajari Ciri, Jenis, dan Penyebabnya!

Cara Menghadapi Inflasi

Cara menghadapi inflasi dapat diawali dengan meningkatkan kesadaran atas kondisi ekonomi. Anda harus meningkatkan wawasan Anda mengenai ekonomi dan kondisi moneter baik itu di Indonesia maupun secara global. Dengan ini, Anda akan lebih siap untuk menghadapi kondisi ekonomi apapun, termasuk inflasi. 

1. Menerapkan Gaya Hidup Ekonomis

Anda perlu mengelola pengeluaran dengan cermat. Di tengah inflasi dengan harga barang yang melonjak tinggi, kurangilah kebiasaan belanja konsumtif. Anda dapat mencari alternatif produk yang lebih terjangkau. Setelah itu, alokasikan dana sisa untuk ditabung. 

2. Menyesuaikan Ulang Anggaran Bulanan

Sesuaikan ulang anggaran atau budget bulanan Anda sesuai dengan kenaikan harga yang terjadi. Pastikan Anda anggaran untuk kebutuhan pokok seperti makanan, transportasi, listri, dan air sudah aman. Jika perlu, pangkas pengeluaran sekunder yang kurang mendesak. 

3. Memperkuat Dana Darurat

Dana darurat sangat Anda perlukan karena berfungsi supaya Anda tidak terpaksa menjual aset investasi saat ada kebutuhan mendesak. Idealnya Anda dapat menyiapkan dana setara 3 sampai 6 bulan biaya hidup jika memungkinkan. 

4. Mencari Pemasukan Tambahan

Cara menghadapi inflasi yang dapat Anda lakukan untuk mengimbangi kenaikan biaya hidup adalah dengan mencari pemasukan tambahan. Anda dapat membangun bisnis sampingan atau mengambil pekerjaan freelance untuk menambah dana darurat dan modal investasi. 

5. Mengevaluasi Polis Asuransi

Evaluasi ulang asuransi kesehatan, jiwa, atau properti yang Anda punya. Sesuaikan nilai besaran polisnya supaya tetap relevan dan mampu menutupi risiko finansial di tengah inflasi. 

6. Menyimpan Sebagian Dana dalam Valuta Asing

Ketika nilai tukar mata uang Rupiah sedang rentan terhadap inflasi, Anda dapat mengamankan sebagian uang Anda ke dalam mata uang yang lebih kuat dan stabil seperti Dolar AS maupun Euro jika memungkinkan. Cara ini dapat menjadi langkah menghadapi inflasi dan menjaga nilai kekayaan Anda. 

7. Mengalokasikan Dana ke Pasar Modal

Anda juga dapat mengalokasikan dana ke pasar modal. Perusahaan dengan pondasi kuat biasanya mampu menyesuaikan harga jual produk saat inflasi, jadi labanya tetap terjaga. Berinvestasi saham melalui instrumen reksa dana ke perusahaan-perusahaan yang stabil tersebut bisa menjadi strategi yang bisa Anda lakukan. 

8. Melakukan Investasi Aset Riil

Aset berwujud fisik seperti properti (tanah/banunan) adalah instrumen hedging yang ampuh. Selain harganya ikut naik seiring inflasi, properti juga bisa mendatangkan passive income dari sewa bulanan atau tahunan. 

9. Melakukan Diversifikasi Portofolio, Terutama Investasi Emas

Lakukanlah diversifikasi portofolio investasi Anda ke instrumen safe haven, khususnya investasi emas. Secara historis, emas selalu terbukti kebal terhadap inflasi. Ketika nilai uang kertas menurun, harga emas justru cenderung naik, menjadikannya pelindung bagi kekayaan Anda di tengah ketidakpastian ekonomi. 

Baca Juga: Cara Memilih Emas Tua, Terbaik Untuk Investasi Tapi Mudah Rusak

Jual Beli Emas Tanpa Cemas 

Ada banyak cara mengatasi inflasi yang dilakukan pemerintah melalui kebijakan fiskal, kebijakan moneter, serta kebijakan nonfiskal dan nonmoneter. Sebagai masyarakat, Anda dapat membekali diri dengan ilmu mengenai ekonomi yang cukup guna mempermudah Anda dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak pasti.

Melihat fakta bahwa investasi emas merupakan strategi aman melawan inflasi, saat ini adalah momen tepat untuk mulai mengamankan kekayaan Anda. Jual beli emas tanpa cemas dapat Anda lakukan bersama Raja Emas Indonesia! Anda dapat menjual emas tanpa sertifikat dengan aman, cepat, dan terpercaya di sini. Konsultasi dan beritahu kebutuhan investasi emas Anda dengan mengunjungi laman rajaemas.id!

Pertanyaan Umum

Siap Jual atau Cek Emas Anda?

Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.