Cara Memilih Emas Tua, Terbaik Untuk Investasi Tapi Mudah Rusak

Emas tua merupakan panggilan untuk jenis perhiasan atau logam mulia dengan kadar kemurnian yang tinggi yaitu 66,67% hingga 99,9%. Karena kemurnian emasnya tinggi, warna emas tua lebih kuning mencolok dibandingkan emas kadar rendah yang sudah dicampur dengan logam lainnya seperti perak.
Selain warna, emas tua mudah rusak atau kurang awet secara fisik sehingga kurang direkomendasikan untuk pemakaian sehari-hari. Meski begitu, emas tua lebih layak untuk investasi jangka panjang.
Harga Emas Tua Per Gram
Kadar emas tua jadi penentu nilai harga per gramnya. Harga yang beredar di pasaran cukup bervariasi menyesuaikan kadar karatnya. Berikut harga emas tua dilansir dari laman resmi Pegadaian berdasarkan kadar kemurniannya:
- Kadar 24 karat atau 99%: Sekitar Rp 2.100.000 - Rp 2.400.000 per gram.
- Kadar 23 karat atau 95%: Sekitar Rp 2.013.000 per gram.
- Kadar 22K atau 91%: Sekitar Rp 1.899.000 per gram.
- Kadar 20K atau 83%: Sekitar Rp 1.726.000 per gram.
- Kadar 18K atau 75%: Sekitar 1.533.000 per gram.
- Kadar 17K atau 70%: Sekitar 1.465.000 per gram
- Kadar 16K atau 66,7%: Sekitar Rp 1.300.000 per gram
Penting untuk diketahui, harga emas tidak stabil dan akan terus berubah. Pastikan Anda cek harga emas secara real-time sebelum membelinya.
Perbedaan Emas Tua dan Emas Muda
Perbedaan emas tua dan emas muda terletak pada kadar kemurnian emas. Emas tua mengandung emas murni yang tinggi, sehingga harga relatif lebih mahal, dan karena tidak dicampur dengan kandungan lain maka secara fisik emas tua lebih lunak atau mudah rusak serta warnanya lebih kuning terang.
Sedangkan emas muda, kadar kemurnian emasnya sudah dicampur dengan logam lain yang lebih besar. Secara fisik, emas muda lebih keras, tahan lama, tidak mudah rusak, dan warna lebih pucat. Maka dari itu, bentuk perhiasan dari emas muda lebih beragam dibandingkan emas tua yang monoton dan klasik.
Karakteristik Emas Tua
Kadar kemurnian emasnya yang tinggi, secara fisik emas tua mudah dikenali karena warna kuning mencolok. Adapun ciri fisik emas tua yang mudah Anda kenali:
1. Tidak Berubah Warna
Emas tua tidak berubah warna dan tidak akan berkarat. Meski berbentuk perhiasan, warnanya tetap kuning mencolok dan tidak luntur apabila terkontaminasi bahan kimia dari aktivitas sehari-hari.
2. Ada Cap Keaslian
Emas tua berbentuk perhiasan memiliki cap kadar karat. Pada cincin, cap terletak di bagian dalam. Sedangkan pada perhiasan gelang dan kalung, umumnya terletak pada bagian pengait atau kokot.
Berikut kode cap keaslian emas tua dari kadar 16K sampai 24K:
- 16 Karat: Kode cap 666, 670, 16K
- 17 Karat: Kode cap 700, 17K
- 18 Karat: Kode cap 750, 18K
- 20 Karat: Kode cap 833, 850, 20K
- 22 Karat: 916, 22K
- 23 Karat: 958, 23K
- 24 Karat: 990, 999, 24K, LM (Logam mulia)
Emas Tua Lebih Stabil Untuk Investasi
Dilihat dari fungsi sebagai aksesoris, emas muda lebih unggul karena bentuknya yang intrinsik dan lebih awet apabila dipakai setiap hari. Sedangkan emas tua, lebih mudah patah atau peot apabila bersinggungan dengan benda keras.
Apabila emas digunakan untuk media investasi menjaga nilainya, maka pilih emas tua karena kadar kemurniannya lebih tinggi. Semakin tinggi kadar kemurnian emas, maka harga jual cenderung stabil mengikuti harga emas global.
Sedangkan emas muda, harga jual relatif rendah karena potongan disesuaikan dengan buyback di toko emas pada saat pembelian. Selain itu, tidak semua toko emas menerima buyback emas muda.
Cara Mengetahui Keaslian Emas Tua & Kadarnya
Tidak tergiur harga murah jadi salah satu kunci Anda terhindar dari penipuan investasi emas tua bentuk logam mulia atau perhiasan. Selain itu, ada beberapa cara untuk memastikan emas tua yang akan Anda beli asli dengan kadar yang tinggi. Berikut di antaranya:
1. Uji X-Ray Fluorescence (XRF)
Mesin XRF membaca komposisi logam tanpa harus merusak fisik emas dengan hasil yang akurat dan metode yang modern.
2. Timbangan Digital dan Uji Densitas
Menggunakan timbangan digital dan uji densitas logam jadi cara untuk memperkirakan karat emas. Metodenya tidak semodern uji XRF, tapi cara ini masih banyak digunakan di toko emas kecil sebagai alat identifikasi.
3. Acid Test
Metode uji asam ini menggunakan cairan asam khusus yaitu Asam Nitrat dan Asam Klorida. Cairan tersebut akan bereaksi pada emas sehingga muncul warna pada logam.
4. Cek Sertifikat atau Nota Pembelian
Pastikan Anda membeli emas tua di toko terpercaya dan jangan tergiur oleh harga murah. Sebelum menyelesaikan transaksi, cek kembali sertifikat dan nota pembelian untuk mengetahui kadar emas.
5. Cek Fisik Emas Tua
Sebelum membeli, pastikan Anda sudah melihat kode cap keaslian pada bagian dalam cincin dan bagian kokot gelang atau kalung.
Simpan dan baca kembali hal ini sebelum Anda membeli emas tua. Baca informasi seputar emas, harga terkini, tren perhiasan, dan artikel lainnya di laman rajaemas.id.
Pertanyaan Umum
Siap Jual atau Cek Emas Anda?
Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.