Perbedaan Emas vs Saham: Mana yang Lebih Menguntungkan?

Bagi Anda yang baru memulai berinvestasi, mungkin Anda menghadapi kebingungan untuk memilih investasi emas atau saham. Jika Anda mengalaminya, itu sangat wajar. Tetapi, perlu dipahami bahwa investasi emas vs saham itu masing-masing mempunyai keuntungannya tergantung dengan kebutuhan Anda.
Saat membicarakan investasi jangka panjang, perbandingan antara emas vs saham selalu menjadi topik perdebatan yang menarik. Emas adalah safe haven yang melindungi kekayaan. Sementara saham, adalah aset yang dapat menghasilkan untung besar meskipun berisiko tinggi (high risk, high return)
Supaya tidak salah pilih strategi, Anda harus memahami terlebih dahulu perbedaan investasi emas vs saham sebelum memilih yang mana yang paling menguntungkan untuk Anda. Yuk, pelajari di artikel ini!
Apa itu Emas?
Emas adalah jenis logam mulia yang bersifat lunak dan mudah ditempa. Menurut Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, tingkat kekerasan emas berkisar dari 2,5 sampai 3 Mohs. Keberatan emas biasanya tergantung dengan logam apa yang dicampur dengannya.
Secara historis, emas sudah dijadikan sebagai investasi secara global. Karena sifatnya yang tinggi akan likuiditas, tidak mudah rusak, dan memiliki nilai yang stabil, menjadikannya sebagai aset safe haven. Anda dapat melakukan investasi emas dalam bentuk perhiasan, koin, emas batangan, tabungan emas digital, atau ETF emas.
Apa itu Saham?
Saham adalah surat atau bukti kepemilikan investor atau penyertaan modal pada suatu perusahaan. Jika Anda mempunyai saham, Anda memiliki hak atas aset perusahaan, pendapatan perusahaan, dan hak bersuara di Rapat Umum Pemegang Saham. Hak yang bisa Anda dapatkan tergantung pada seberapa besar saham yang dimiliki.
Dengan kemudahan digital saat ini, Anda dapat melakukan saham melalui platform sekuritas online kapan saja saat jam bursa.
Baca Juga: Apa itu Safe Haven dalam Investasi? Pengertian, Jenis, Keuntungan
Perbedaan Investasi Emas vs Saham
Emas vs saham adalah instrumen investasi yang populer di kalangan investor. Emas dengan sifatnya yang mendukung diversifikasi investasi, dan saham yang menawarkan keuntungan tinggi tetapi dengan risiko yang tinggi juga.
Mari kenali beberapa perbedaan emas vs saham yang lain untuk memudahkan Anda memilih instrumen investasi mana yang paling cocok dan menguntungkan untuk Anda.
1. Likuiditas Aset
Baik fisik maupun digital, emas memiliki tingkat likuiditas yang tinggi. Anda dapat menjual emas batangan atau koin di toko emas, dan emas digital dapat Anda cairkan kapanpun melalui aplikasi secara instan.
Saham juga mempunyai tingkat likuiditas yang baik, terutama saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Perbedaan likuiditas antara emas vs saham terdapat di kemudahan pencairannya. Emas dapat Anda cairkan kapan saja, sementara likuiditas saham diukur berdasarkan volume perdagangan, frekuensi transaksi, dan selisih harga ask-bid.
2. Bentuk Fisik
Anda juga dapat mempertimbangkan bentuk fisik emas vs saham. Anda dapat berinvestasi emas dalam bentuk batangan, perhiasan, atau koin yang bisa Anda simpan sendiri atau dititipkan ke tempat penyimpanan. Kini, ada banyak investor yang beralih ke emas dalam bentuk digital karena kemudahan yang ditawarkannya.
Investasi saham biasanya berwujud lembaran sertifikat sebagai bukti kepemilikan saham. Kini banyak juga wujud saham yang menjadi skripisles atau bukti kepemilikan elektronik yang tersimpan di rekening efek nasabah di KSEI atau Kustodian Sentral Efek Indonesia.
3. Tingkat Risiko
Perbedaan tingkat risiko emas vs saham dapat dinilai kontras. Emas memiliki nilai yang stabil dengan volatility rendah yang berarti pergerakan naik turun harga emas itu rendah. Sementara saham mempunyai volatility yang cenderung tinggi dan dapat kapan saja turun drastis.
Tingkat risiko emas vs saham dipengaruhi oleh faktor eksternal yang berbeda juga. Risiko saham dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah, kinerja perusahaan, dan kondisi ekonomi makro. Sementara emas, dipengaruhi oleh kekuatan matang uang USD, inflasi, dan kondisi geopolitik global.
4. Potensi Keuntungan
Emas menawarkan kestabilan nilai, tetapi keuntungan yang didapatkan dari investasi emas tidak setinggi investasi saham. Keuntungan investasi emas itu berasal dari naiknya harga seiring permintaan global dan juga inflasi.
Sementara itu, meskipun saham memiliki risiko yang tinggi, keuntungan yang bisa Anda dapatkan pun juga tinggi. Anda dapat memperoleh keuntungan dari investasi saham dari capital gain kenaikan harga saham dan dividen dari pembagian laba perusahaan. Namun, potensi keuntungan bisa berpotensi Anda dapatkan dengan timing yang tepat. Oleh karena itu, Anda perlu riset yang dalam dan juga rutin menganalisis potensi laba dan kondisi pasar secara global.
5. Jangka Waktu Investasi
Perbedaan emas vs saham juga terdapat di berapa lama waktu yang paling ideal untuk melakukan investasi. Untuk investasi emas, idealnya dilakukan untuk jangka menengah ke panjang. Dengan itu, Anda dapat melakukan perlindungan saat inflasi dan diversifikasi portofolio.
Sementara itu, saham lebih baik dilakukan sebagai investasi jangka panjang. Investasi saham paling tidak harus Anda lakukan setidaknya 5-10 tahun karena saham membutuhkan waktu untuk compound growth. Compound growth itu adalah proses akumulasi keuntungan, simpelnya Anda dapat membayangkan keuntungan investasi saham seperti bola salju lama kelamaan membesar. Untuk itu, perlu jangka yang panjang untuk melakukan investasi saham.
6. Modal Awal
Modal awal emas vs saham juga berbeda. Untuk memulai investasi emas, Anda memerlukan paling tidak Rp800.000 untuk emas batangan kecil. Jika Anda memilih emas digital, modal awal bisa lebih rendah di angka Rp5.000-Rp10.000.
Jika Anda ingin melakukan investasi saham, paling tidak modal awal yang Anda perlukan itu paling tidak Rp100.000 untuk satu lot. Di Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan ada yang menawarkan modal Rp5.000 saja.
Mana yang Menguntungkan untuk Anda?
Setelah Anda memahami perbedaan investasi emas vs saham, Anda dapat mengevaluasi kembali situasi, kondisi, dan kebutuhan Anda sebelum memilih instrumen saham emas vs saham.
Bagi Anda masih pemula dan ingin merasa aman tanpa risiko dalam berinvestasi, Anda dapat memilih untuk melakukan investasi emas terlebih dahulu. Anda tidak memerlukan analisis yang mendalam untuk melakukan investasi emas. Jika Anda sudah dibekali ilmu dan siap untuk mengambil risiko, Anda dapat memulai investasi saham blue chip.
Lalu, jika prioritas Anda adalah melindungi kekayaan, pilihlah investasi emas. Untuk memaksimalkan pertumbuhan dan keuntungan, pilih investasi saham. Kenapa saham? Karena saham dapat memberikan Anda pertumbuhan secara eksponensial.
Apa tujuan Anda melakukan investasi? Jika investasi Anda lakukan untuk dana darurat, pilih investasi emas karena likuiditasnya tinggi. Pilih investasi saham jika tujuan Anda untuk dana pensiun atau pendidikan anak.
Baca Juga: Perbedaan Emas dan Perak, Kenali Sebelum Membeli atau Berinvestasi
Mulai Investasi Emas Anda Hari ini!
Apakah Anda sudah menentukan akan melakukan investasi emas vs saham? Investasi emas vs saham sama-sama memiliki kelebihannya sendiri, tergantung dengan tujuan, kondisi, dan situasi Anda. Saham dapat memberikan Anda keuntungan yang tinggi meskipun risikonya juga tinggi (high risk, high return). Sementara emas menawarkan keamanan dan perlindungan yang stabil untuk kekayaan Anda di tengah krisis.
Apapun jenis instrumen yang Anda pilih nantinya, investasi emas tentunya memiliki peran yang Anda perlukan sebagai tameng pelindung kekayaan dan juga membantu Anda untuk mendiversifikasi portofolio investasi Anda.
Dengan likuiditas yang tinggi emas dapat menjadi jawaban yang aman untuk kebutuhan investasi Anda dalam jangka pendek. Percayakan kegiatan jual beli emas Anda di Raja Emas Indonesia untuk transaksi yang transparan dan terpercaya. Kunjungi laman rajaemas.id untuk konsultasi kebutuhan Anda!
Pertanyaan Umum
Siap Jual atau Cek Emas Anda?
Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.