Seserahan untuk Pria Wajib atau Tidak? Ketahui Isi dan Waktunya

Saat membahas seserahan, kebanyakan orang langsung membayangkan bingkisan yang diberikan kepada calon pengantin wanita. Namun, dalam beberapa tradisi pernikahan di Indonesia, ada pula seserahan untuk pria yang diberikan sebagai bentuk balasan dari pihak keluarga wanita.
Isi seserahan pernikahan untuk pria umumnya hampir sama jenisnya dengan yang diberikan kepada calon wanita, yaitu barang yang pasti dipakai. Lantas, apakah seserahan untuk pria ini wajib diberikan? Kapan waktu yang tepat untuk memberikan dan apa saja isinya? Artikel ini akan mengulasnya secara lengkap. Simak terus ya!
Apa itu Seserahan untuk Pria?
Seserahan untuk pria merupakan bingkisan yang diberikan oleh pihak calon pengantin wanita kepada calon suaminya. Biasanya sebagai bentuk balasan atas seserahan yang telah diterima sebelumnya. Dalam tradisi adat Jawa, terutama di Yogyakarta dan Solo, bingkisan ini dikenal dengan istilah angsul-angsul.
Berbeda dengan seserahan untuk wanita yang sudah menjadi kebiasaan umum di hampir semua daerah. Bingkisan balasan ini lebih sering ditemukan dalam pernikahan adat tertentu. Meskipun begitu, maknanya tetap sama, yaitu sebagai simbol kasih sayang dan penghargaan antarkeluarga besan.
Apakah Seserahan untuk Pria Wajib Diberikan?
Jawabannya tidak. Pemberian bingkisan ini sepenuhnya tergantung pada kesepakatan antara kedua calon mempelai dan keluarga masing-masing. Jadi, bukan sebuah keharusan dalam prosesi pernikahan.
Sedangkan dalam ajaran Islam, seserahan bukan syarat sah pernikahan dan merupakan bagian dari budaya setempat. Oleh karena itu, calon mempelai bebas menentukan apakah ia akan menyiapkan seserahan ini atau tidak agar tidak merasa terbebani oleh tradisi.
Isi Seserahan untuk Pria yang Umum Diberikan
Berbeda dengan seserahan wanita yang sudah memiliki pakemnya sendiri dan cukup baku, isi seserahan untuk pria biasanya lebih disesuaikan dengan kebutuhan dan selera calon suami. Berikut beberapa contoh barang yang paling sering dipilih.
1. Perlengkapan Ibadah
Seperti halnya seserahan untuk calon mempelai wanita, barang-barang untuk ibadah juga menjadi yang paling umum diberikan kepada calon mempelai pria. Contohnya seperti sarung, baju koko, sajadah, tasbih, dan Al-Qur'an.
Barang-barang tersebut biasanya dipilih dengan warna atau motif yang senada dengan milik calon istri. Selain sebagai hadiah, barang tersebut juga menjadi simbol harapan agar calon suami dapat menjadi imam yang baik dalam rumah tangga.
2. Pakaian dan Aksesori
Kategori ini bisa berupa pakaian formal seperti kemeja, celana bahan, sepatu pantofel , atau pakaian kasual sesuai gaya sehari-hari calon suami. Aksesoris seperti jam tangan, ikat pinggang, dan dompet juga kerap ditambahkan untuk melengkapi penampilan.
Dalam hal ini, pemilihan warna dan model juga sering kali disesuaikan dengan selera pribadi sang calon mempelai pria agar barangnya benar-benar terpakai, dan bukan hanya sekadar pelengkap.
3. Perlengkapan Perawatan Tubuh
Produk perawatan tubuh untuk pria saat ini memang semakin beragam. Mulai dari sabun mandi beraroma sakulin, sampo, facial wah, hingga satu set alat cukur. Selain itu, parfum juga sering dijadikan pilihan karena akan selalu terpakai dalam aktivitas sehari-hari.
Jenis barang-barang dalam seserahan ini memang menjadi kebutuhan utama pria meski jarang membelinya sendiri. Maka dari itu, pilih produk yang sesuai dengan yang dipakai calon suami agar benar-benar bisa digunakan setelah menikah.
4. Barang Sesuai Hobi
Memberikan barang yang berkaitan dengan hobi calon suami juga bisa membuat seserahan terasa lebih personal. Contohnya seperti perlengkapan olahraga, alat musik, atau gadget terbaru sesuai dengan yang diinginkannya.
Cara ini dapat menjadi salah satu bentuk perhatian calon istri dengan memberikan kesukaan pasangannya. Tidak harus memilih barang yang mahal, karena hadiah yang sesuai dengan minatnya justru dapat terasa lebih bermakna bagi penerimanya.
5. Makanan dan Buah Tangan
Selain barang, makanan matang, kue-kue tradisional, dan buah-buahan segar juga cukup sering dipilih sebagai isi seserahan untuk pihak pria. Biasanya makanan ini akan dikemas dengan menarik agar dapat dinikmati bersama keluarga besar calon suami.
Beberapa pilihan makanan tradisional, seperti wajik dan jenang, juga memiliki makna filosofis tersendiri terkait kesabaran dalam membina rumah tangga. Jenis dan jumlah makanan tersebut juga dapat disesuaikan dengan selera keluarga serta tradisi yang berlaku agar tidak berlebihan dan tetap mudah dibagikan.
Kapan Seserahan untuk Pria Diberikan?
Pertanyaan soal kapan sesrahan ini diberikan, sebenarnya bergantung pada tradisi keluarga masing-masing. Namun, ada dua momen yang paling umum dipilih oleh banyak keluarga di Indonesia.
1. Saat Prosesi Lamaran
Momen lamaran menjadi waktu yang paling fleksibel dan sering kali dipilih oleh pasangan modern untuk saling bertukar hadiah. Pada kesempatan ini, kedua keluarga berkumpul sehingga penyerahan seserahan tersebut dapat dilakukan secara langsung dan lebih santai.
2. Saat Malam Midodareni
Dalam tradisi adat Jawa, waktu pemberiannya biasanya jatuh pada malam midodareni, tepatnya setelah calon mempelai pria menjalani catur wedha dan meminum segelas air putih dari ibu calon mempelai wanita, barulah bingkisan balasan diserahkan sebelum ia pulang
Seserahan Balik untuk Pria dalam Tradisi Adat
Konsep seserahan balik untuk pria sering dilakukan dalam tradisi Jawa melalui istilah angsul-angsul yang secara harfiah berarti balasan atau oleh-oleh. Tradisi ini menjadi bentuk konkret bahwa hubungan antarkeluarga besan berjalan dua arah, bukan hanya dari pihak pria.
Angsul-angsul diberikan sebagai ucapan terima kasih atas seserahan atau srah-srahan yang sudah diterima keluarga wanita dari pihak pria. Meski disebut seserahan balik untuk pria, jumlah barangnya biasanya tidak sebanyak seserahan awal, tetapi tetap dikemas rapi sebagai tanda penghormatan kepada calon besan.
Isi angsul-angsul umumnya berupa makanan matang dan aneka kue tradisional yang diberikan oleh ibu calon mempelai wanita. Selain itu, ayah calon mempelai wanita biasanya turut memberikan kancing gelung, yaitu satu set busana pengantin lengkap dengan sebilah keris yang akan dikenakan calon mempelai pria pada hari pernikahan.
Tips Memilih Seserahan untuk Pria agar Berkesan
Agar bingkisan ini tidak sekadar formalitas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum membelinya dan mengemasnya.
- Sesuaikan pilihan barang dengan selera dan kebutuhan calon suami sehari-hari agar tidak terbuang sia-sia.
- Perhatikan budget dan sesuaikan jumlah barang dengan kemampuan keluarga, tanpa perlu memaksakan diri.
- Kemas seserahan serapi dan semenarik mungkin, misalnya dengan menggunakan jasa dekorasi hantaran jika diperlukan.
- Komunikasikan rencana seserahan dengan pasangan agar barang yang dipilih benar-benar sesuai dan bermanfaat.
Saatnya Menyiapkan Seserahan untuk Pria yang Berkesan
Menyiapkan bingkisan untuk calon suami tentunya butuh perhatian ekstra. Apalagi, jika memilih aksesoris seperti jam tangan berlapis emas atau perhiasan sebagai pelengkap. Sebelum membelinya, pastikan dulu keaslian barangnya agar tidak salah pilih dan tetap bernilai jangka panjang.
Anda juga bisa memanfaatkan layanan cek keaslian emas dari rajaemas.id untuk memastikan perhiasan yang Anda miliki agar sesuai kadar. Jika di rumah ada emas tanpa surat yang sudah tidak terpakai, Raja Emas juga menerima jual emas tanpa surat dengan proses yang mudah dan transparan
Kunjungi rajaemas.id sekarang informasi lainnya seputar edukasi emas secara lebih lanjut sebelum menyiapkan seserahan pernikahan Anda.
Pertanyaan Umum
Siap Jual atau Cek Emas Anda?
Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.