Raja Emas Indonesia

Ketahui Apa Itu Emas Mentah, Ciri-Ciri, dan Cara Mengolahnya

TTim Redaksi Raja EmasPanduan Jual 5 menit baca
Ketahui Apa Itu Emas Mentah, Ciri-Ciri, dan Cara Mengolahnya

Emas mentah adalah emas hasil tambang yang belum dimurnikan di pabrik. Wujudnya bisa berupa bongkahan, serpihan, atau butiran halus dengan kadar rata-rata 17 hingga 18 karat. Karena masih bercampur logam lain dan mineral batuan, maka warna, bobot, dan nilainya berbeda-beda.

Itulah sebabnya, dua bongkahan emas mentah dengan ukuran yang sama, belum tentu nilainya juga sama. Oleh karena itu, untuk mengetahui lebih jelasnya, artikel ini akan membahas apa itu emas mentah, ciri fisiknya, perbedaannya dengan bijih emas, bagaimana tahapan pengolahannya, hingga logam ini kurang cocok untuk investasi. Simak hingga akhir, ya!

Apa Itu Emas Mentah?

Emas jenis ini sering disebut sebagai raw gold, dore, atau nugget, yang merupakan emas asli. Emas mentah ini ditemukan sebagai bongkahan atau urat dalam tambang, dengan berbagai ukuran. Mulai dari butiran kecil hingga gumpalan dengan berat puluhan kilogram.

Produsen utamanya antara lain Australia, Kanada, Amerika Serikat, Rusia, Afrika Selatan, dan Tiongkok. Sebagian besar diambil dari tambang terbuka maupun tambang bawah tanah. 

Kemudian, untuk kadarnya rata-rata setara 750/1.000, dengan rentang di bawah 14 karat hingga sekitar 22 karat. Selisih ini muncul karena emas di alam biasanya bercampur dengan perak, tembaga, timah, dan terkadang platina maupun kuarsa.

Di Industri tambang, hasil cetakan awalnya dikenal sebagai doré bar. Produk ini bukan termasuk emas murni dan umumnya hanya diperdagangkan antarpabrik saja, bukan untuk konsumen akhir.

Ciri-Ciri Emas Mentah

Bagi para pemula yang baru mengenal industri emas, membedakan emas asli dari pirit atau fool’s gold memang agak sulit. Berikut lima ciri emas mentah yang bisa Anda kenali dari tampilan maupun teksturnya.

1. Tekstur Tidak Rata tapi Halus

Permukaan emas mentah ini biasanya tidak rata, namun terasa halus dan tidak tajam saat disentuh. Bagian tepinya cenderung membulat akibat terkikis oleh aliran sunga. Berbeda dengan pirit, yang biasanya bersudut tajam.

2. Berwarna Kuning Terang

Warna emas mentah biasanya kuning pekat dan tetap cerah walaupun di tempat teduh, bukan silau seperti permukaan cermin. Kilaunya yang lembut ini juga dapat bertahan lama karena sesuai sifat fisik emas yang tahan terhadap korosi dan oksidasi.

3. Berat Jenis Tinggi

Emas asli biasanya akan terasa jauh lebih berat daripada batu seukurannya. Inilah cara cepat mengenali keasliannya daripada batuan biasa. Anda bisa mencoba menggenggam keduanya bergantian, kemudian rasakan beda bobotnya langsung di telapak tangan.

4. Lunak dan Mudah Penyok

Sama seperti karakteristik emas murni, saat ditekan emas mentah juga dapat berubah bentuk sedikit. Sementara pirit jika ditekan, biasanya akan pecah. Meski begitu, kepastian kadarnya tetap harus Anda lakukan uji laboratorium atau dengan bantuan profesional.

Baca juga: 9 Ciri Emas Asli yang Wajib DIketahui Sebelum Membeli

Perbedaan Emas Mentah dan Bijih Emas

Baik emas mentah maupun bijih emas mentah, keduanya sering dianggap sama. Padahal, wujud dan tahap pengolahannya berbeda. Berikut adalah perbedaan keduanya secara ringkas yang perlu Anda pahami.

Aspek

Emas Mentah

Bijih Emas

Wujud

Bingkahan, serpihan, atau butiran emas

Batuan atau tanah yang mengandung mineral emas

Tampilan

Kuning terang dan berkilau lembut

Sering tampak seperti batuan biasa

Kadar Fisik

Rata-rata 17K hingga 18K

Rendah, tersebar di dalam batuan

Pengolahan

Langsung masuk tahap pemurnian

Diekstraksi dulu sebelum dimurnikan

Perlu Anda pahami, bahwa bijih emas primer biasanya berupa kuarsa keras bernama pirit dan kalkopirit. Lalu, bijih emas sekunder terbentuk dari endapan sedimen di tepi sungai dan sering dikira tanah biasa.

Untuk mengidentifikasinya secara lebih jelas, Anda bisa memakai bantuan lup atau kaca pembesar agar kilau kuning atau butirannya bisa terlihat. Karena biasanya terlihat samar berupa butiran kecil atau alur seperti urat.

Tahapan Pengolahan Emas Mentah dari Tmbang sampai Siap Pakai

Hasil tambang merupakan material mentah yang biasanya tidak bisa langsung dijadikan batangan atau perhiasan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui, pengecilan ukuran, hingga peleburan. Berikut lebih jelasnya.

1. Pemecahan Batuan

Pada tahapan ini, batuan akan dipecah dulu dengan jaw crusher atau hammer crusher hingga berukuran 1–2 cm. Setelah itu, pecahan digiling dengan ball mill sampai menjadi serbuk sangat halus agar emas mudah dilepas dari mineral pengikutnya.

2. Ekstraksi untuk Memisahkan Emas

Cara paling sederhana untuk mengekstraksinya adalah dengan memanfaatkan berat jenis dengan sluice box, pendulangan, spiral chute, atau shaking table. Cara lainnya adalah dengan pelindian (leaching) dengan larutan natrium sianida menggunakan bantuan udara dan di lakukan pada tangki khusus. 

Sedangkan jika ingin lebih ramah lingkungan, Anda mengganti merkuri dan sianida yang berbahaya bagi lingkungan, kini sudah banyak yang menggantinya dengan tiourea, tiosulfat, dan menggunakan metode iGoli.

3. Pemurnian Logam Pengikutnya

Setelah endapan emas didapatkan berbentuk konsentrat, kemudian dilanjutkan dengan proses pemurnian untuk menghilangkan logam pengikutnya, berikut beberapa senyawa yang bisa digunakan.

  • Asam Nitrat (HNO₃): Senyawa ini digunakan untuk melarutkan perak dan logam dasar sehingga kandungan emas yang tertinggal akan membentuk endapan.
  • Aqua Regia: Campuran asam nitrat dan asam klorida dengan perbandingan 1:3 dapat melarutkan emas untuk kemudian diekstraksi lagi agar tercapai tingkat kemurnian hingga 99,5%.
  • Boraks: Dapat ditambahkan saat proses peleburan yang bertujuan untuk membantu memisahkan dan mengikat kotoran tertentu.
  • Elektrolisa: Teknik pemurnian modern ini memanfaatkan arus listrik dengan larutan elektrolit untuk mencapai tingkat kemurnian hingga 99,99%.

4. Peleburan dan Pencetakan

Emas yang sudah bersih akan dilebur pada wadah tahan panas (krisol) bersama boraks, memakai pembakar gas atau tungku bersuhu tinggi. Kemudian, cairan emas dituangkan ke cetakan hingga mengeras menjadi kepingan atau batangan. Terakhir, kemurniannya diuji menggunakan XRF analyzer (penganalisis fluoresensi sinar-X).

Baca juga: Apa itu Emas Muda? Simak Kelebihan, Kekurangan, dan Cara Merawatnya

Kenali Emas dari Alam Sebelum Membeli atau Menjualnya

Emas mentah dari alam langsung memang bisa ada di tempat tak terduga dan nilainya cenderung sulit ditaksir. Hal ini karena bergantung pada kadar, kerumitan ekstraksi, dan biaya pemurniannya. 

Oleh karena itu, menyimpannya dalam bentuk mentah atau masih dalam bentuk batuan memang tidak disarankan. Waspadai tawaran emas dengan harga terlalu murah, dan mintalah pendampingan profesional sebelum membelinya.

Punya perhiasan lama, emas warisan, atau emas tanpa surat yang ingin dijual? Datang langsung ke outlet Raja Emas Indonesia terdekat! Dapatkan harga jual emas tanpa surat terbaik dan manfaatkan layanan cek keaslian gratis. Hubungi tim raja emas untuk konsultasi→

Pertanyaan Umum

Siap Jual atau Cek Emas Anda?

Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.