Raja Emas Indonesia

9 Ciri Emas Asli yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

TTim Redaksi Raja EmasTips Cek Keaslian 6 menit baca
9 Ciri Emas Asli yang Wajib Diketahui Sebelum Membeli

Banyak orang ragu membeli emas karena sulit membedakan mana yang asli dan mana yang palsu sekilas. Padahal, ada banyak ciri emas asli yang bisa dikenali tanpa alat khusus, asalkan mengetahui bagian mana yang perlu diperhatikan. 

Apalagi, risiko membeli emas cukup besar, terutama jika Anda membelinya untuk investasi jangka panjang. Emas palsu, biasanya dijual dengan harga murah dan jauh di bawah pasaran, dan bahkan anjlok saat hendak dijual kembali.

Artikel ini akan secara lengkap mengulas ciri-ciri emas asli yang perlu Anda ketahui sebelum membelinya secara langsung.

Ciri Emas Asli yang Bisa Dikenali Secara Fisik

Secara sederhana, emas asli merupakan logam mulia dengan tingkat kemurnian mulai dari 8K hingga 24K. Semakin tinggi kadar karatnya, semakin murni kandungan emasnya. Kemurnian inilah yang membuat emas memiliki sifat fisik dan kimia yang khas, sehingga dapat dibedakan dari emas imitasi.

Sebelum membeli, ada beberapa ciri emas asli yang bisa Anda amati secara langsung tanpa menggunakan alat khusus. Berikut penjelasan lengkapnya satu per satu.

1. Tidak Bersifat Magnetis

Emas murni tidak memiliki sifat magnetis, sehingga tidak mudah tertarik jika didekatkan pada magnet. Menurut penjelasan dari laman University of Maryland mengenai sifat logam, emas termasuk logam yang bersifat diamagnetik lemah dan tidak menempel pada magnet biasa. 

Jika emas Anda tertarik pada magnet, maka ada kemungkinan besar terdapat campuran logam magnetis lainnya, seperti besi atau nikel, di dalamnya. Cara ini sering menjadi salah satu tes paling praktis karena bisa dilakukan langsung di toko.

2. Bentuknya Padat dan Berat

Bentuk emas asli cenderung padat dan terasa berat saat dipegang. Berbeda dengan emas palsu yang biasanya lebih ringan karena terbuat dari logam campuran yang berongga. Selain itu, kepadatan emas murni, yaitu 19,3 gram per mililiter, jauh lebih tinggi daripada kebanyakan logam lainnya.

Maka dari itu, emas asli cenderung lebih mudah tenggelam saat dimasukkan ke dalam air. Bentuk emas asli juga tidak mudah penyok hanya karena tekanan ringan, meski permukaannya tergolong lebih lunak daripada emas campuran.

3. Terdapat Tanda atau Cap Kadar

Emas asli umumnya memiliki cap atau ukuran kadar pada permukaannya. Misalnya, angka 750 untuk emas 18 karat atau 9999 untuk emas 24 karat. Tanda ini biasanya disertai logo produsen sebagai identitas resmi.

Meski begitu, cap kadar ini juga bisa dipalsukan untuk menyerupai emas asli yang berkualitas tinggi. Oleh karena itu, cap emas tersebut perlu dikombinasikan dengan dokumen pembelian resmi seperti nota atau sertifikat.

4. Warna Tidak Mudah Pudar

Salah satu ciri emas asli yang paling mudah dikenali adalah warnanya yang tidak mudah berubah meski dipakai bertahun-tahun. Emas 24 karat memiliki warna kuning yang khas, sementara emas dengan kadar lebih rendah biasanya cenderung lebih pucat karena adanya campuran.

Selain itu, jika warna emas berubah menjadi kehijauan atau kehitaman setelah bersentuhan dengan keringat, kemungkinan besar itu bukan emas murni. Perubahan warna ini cukup umum terjadi pada logam campuran seperti kuningan.

5. Tidak mudah Berkarat atau Korosi

Emas termasuk logam mulia yang tahan terhadap oksidasi. Hal inilah yang membuatnya tidak akan berkarat, walau terkena udara atau kelembapan dalam waktu lama. Sifat ini menjadi alasan utama mengapa emas banyak digunakan sebagai perhiasan ataupun alat tukar sejak zaman kuno.

Permukaan emas asli akan tetap mengilap tanpa bercak karat, bahkan setelah disimpan bertahun-tahun. Jika muncul noda atau teksturnya berubah, kemungkinan emas tersebut sudah tercampur dengan logam lain dalam jumlah yang signifikan.

6. Menghantarkan Panas dan Listrik

Emas termasuk logam yang memiliki daya hantar panas dan listrik yang cukup tinggi setelah perak dan tembaga. Sifat ini yang membuat emas juga banyak dipakai dalam komponen elektronik dan tidak hanya sebagai bahan utama perhiasan.

Selain itu, sifat konduktif emas ini juga tidak mudah dicek dengan alat sederhana di rumah, tetapi tetap menjadi salah satu ciri emas asli yang dikenal luas oleh para ahli logam. Emas palsu dari logam campuran biasanya memiliki daya hantar yang jauh lebih rendah.

7. Lebih Berat Dibandingkan Logam Sejenis

Emas asli biasanya memiliki bobot yang lebih berat dibandingkan logam sejenis lainnya. Hal ini karena emas memiliki densitas yang tinggi. Perbedaan bobot ini biasanya cukup terasa saat  dua benda dengan ukuran yang mirip diangkat bersamaan.

Emas palsu biasanya terbuat dari campuran logam yang cukup ringan saat dipegang, seperti kuningan atau tembaga. Cara ini sering digunakan oleh para pedagang emas yang sudah berpengalaman sebagai pengecekan awal sebelum melakukan pengujian lebih lanjut.

8. Diukur dengan Satuan Karat

Kemurnian emas asli selalu diukur dalam satuan karat. Mulai dari 8K hingga 24K. Semakin tinggi tingkat karatnya, semakin sedikit campuran logam lain, seperti tembaga, perak, atau seng, yang ada di dalamnya.

Standar tersebut juga sering ditulis dalam bentuk kode angka. Seperti kode 750 untuk 18 karat, atau kode 916 untuk 22 karat. Mengetahui standar karat ini membantu Anda membandingkan harga emas dengan lebih akurat saat membelinya.

9. Bunyinya Nyaring Saat Dijatuhkan

Bunyi emas asli akan terdengar cukup nyaring dengan dering yang cukup panjang saat diketuk atau dijatuhkan ke permukaan keras seperti keramik maupun logam. Karakter suara ini muncul karena kepadatan dan struktur logam emas yang seragam.

Sebaliknya, emas palsu umumnya menghasilkan bunyi yang lebih pendek dan terdengar lebih pendek dan tumpul. Maka dari itu, uji bunyi emas asli ini memang membutuhkan kepekaan pendengaran, sehingga lebih cocok dijadikan pelengkap tes lainnya.

Cara Menguji Emas Asli Secara Mandiri di Rumah

Selain mengenali ciri fisiknya, Anda juga bisa melakukan beberapa uji sederhana di rumah untuk memastikan keasliannya. Berikut beberapa cara yang umum digunakan.

1. Tes Reaksi dengan Cairan Asam

Anda bisa melakukan tes keaslian emas dengan meneteskan sedikit cairan asam nitrat atau cuka pada permukaannya, lalu perhatikan reaksinya. Emas asli tidak akan berubah warna maupun teksturnya karena sifatnya yang stabil terhadap asam.

Sebaliknya, emas palsu akan langsung bereaksi dengan berubah warna, bahkan mulai larut. Tes ini sebaiknya dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan agar permukaan emas tidak rusak.

2. Tes Gores di Permukaan Keramik

Cara selanjutnya adalah menggosokkan permukaan emas pada keramik tanpa glasir, lalu perhatikan bekas goresannya. Emas asli akan meninggalkan garis berwarna keemasan, sementara emas palsu cenderung meninggalkan bercak hitam.

Cara ini cukup efektif untuk menguji perhiasan maupun emas batangan yang berukuran kecil. Namun, tetap perlu dilakukan dengan tekanan yang cukup ringan agar tidak merusak emas yang diuji.

3. Tes Gigit atau Ditekan Permukaannya

Emas asli memiliki tekstur yang relatif lunak. Terutama pada kadar karat yang tinggi, bisa meninggalkan bekas ringan saat digigit atau ditekan dengan benda keras. Cara ini dulu pernah populer digunakan oleh para pedagang emas atau atlet saat menerima medali.

Meski begitu, tes gigit hanya efektif untuk emas batangan atau koin, bukan untuk perhiasan yang sudah dicampur dengan logam lain agar lebih awet dan kokoh. Untuk perhiasan,  Anda bisa melakukan tes magnet dan tes visual.

4. Beli di Toko Resmi

Cara paling aman untuk memastikan ciri emas asli tetap terjaga adalah dengan membelinya di toko emas tepercaya atau platform resmi berizin seperti Bappebti untuk emas digital. Pastikan Anda selalu mendapatkan nota pembelian dan sertifikat sebagai bukti sah atas keaslian emas.

Dokumen ini cukup penting jika suatu saat Anda ingin menjual kembali emas tersebut. Tanpa adanya sertifikat resmi, harga jual emas berpotensi turun  karena keasliannya akan diragukan oleh pembeli berikutnya.

Pastikan Keaslian Emas Sebelum Membelinya

Mengenali ciri emas asli sebelum membelinya sebenarnya tidaklah sulit. Anda harus tahu apa yang harus diperiksa, mulai dari sifat magnetis, bentuk, bunyi, hingga reaksinya terhadap zat asam. Anda juga harus mengombinasikan beberapa cara di atas agar hasil pengecekannya lebih akurat sebelum memutuskan untuk membeli.

Jika Anda masih ragu dengan hasil cek mandiri atau punya emas tanpa surat yang ingin dijual, Raja Emas Indonesia siap membantu proses cek keasliannya secara profesional dan menerima jual emas tanpa surat. Kunjungi laman rajaemas.co.id untuk info lebih lanjut seputar layanan tersebut.

Pertanyaan Umum

Siap Jual atau Cek Emas Anda?

Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.