Raja Emas Indonesia

Bagaimana Emas Putih Asli Jika Dibakar? Inilah Reaksi, Risiko, dan Cara Ceknya

TTim Redaksi Raja EmasTips Cek Keaslian 4 menit baca
Bagaimana Emas Putih Asli Jika Dibakar? Inilah Reaksi, Risiko, dan Cara Ceknya

Emas putih banyak dipilih sebagai perhiasan karena tampilannya yang elegan dan berkilau. Namun, warna putihnya terkadang membuat pemilik perhiasan penasaran tentang cara memastikan keasliannya. Salah satu metode yang sering dibicarakan adalah membakar perhiasan untuk melihat perubahan warna dan kondisi permukaannya.

Lalu, bagaimana reaksi emas putih asli jika dibakar? Apakah warnanya akan menghitam, menguning, atau tetap putih? Untuk mengetahuinya, kalian perlu memahami bahan penyusun emas putih dan pengaruh panas terhadap lapisan permukannya. Perlu dipahami, perubahan warna saja tidak cukup untuk menentukan keaslian emas.

Artikel ini akan membahas bagaimana reaksi emas putih asli jika dibakar. Selengkapnya, simak selengkapnya pada artikel berikut ini!

Apa Rekasi Jika Emas Putih Asli Jika Dibakar?

Emas putih merupakan campuran emas dengan logam lainnya, seperti paladium atau nikel, untuk menghasilkan warna putih. Perhiasan ini juga sering dilapisi rhodium agar terlihat lebih cerah dan berkilau. Ketika terkena panas, reaksinya dapat dipengaruhi oleh komposisi logam, kondisi lapisan pelindung, dan intensitas api.

1. Lapisan Rhodium Bisa Mengalami Kerusakan

Rhodium sering digunakan sebagai pelapis tipis pada emas putih. Lapisan ini dapat membantu menghasilkan warna putih mengilap, walaupun bukan berarti kebal terhadap panas. Paparan panas yang tidak tepat dapat memengaruhi kondisi permukaannya dan mengurangi kilau perhiasan. Mesiki begitu, rhodium tidak selalu menghitam jika terkena api.

2. Warna Logam di Bawah Rhodium Bisa Terlihat

Ketika lapisan rhodium menipis atau aus, warna logam di bawahnya bisa terlihat lebih jelas. Pada sebagian perhiasan, permukaannya mungkin terlihat kekuningan, tergantung pada campuran yang digunakan. Emas putih asli pun bisa terlihat kekuningan karena pemakaian, jadi warna ini tidak otomatis menandakan bahwa perhiasan tersebut palsu.

3. Warna Berubah Sesuai Campuran

Emas putih kalau dibakar jadi warna apa? Jawabannya, tergantung. Permukaan perhiasan bisa tetap putih, kusam, abu-abu, atau kehitaman, bergantung pada bahan penyusun, kondisi rhodium, dan lama pemanasan. Warna gelap pun bukan indikasi jika emas tersebut palsu. Intinya, warna hanya memberi petunjuk soal kondisi permukaan, bukan kadar atau keasliannya.

4. Titik Leleh Emas Murni Beda dengan Emas Putih

Dalam pembahasan emas asli jika dibakar, titik leleh emas murni sekitar 1.064°C, jika tidak akan langsung melelh oleh api korek. Tapi, emas putih adalah campuran logam, sehingga sifat panasnya bisa berbeda. Lagi pula, perhiasaan yang tidak meleleh belum tentu asli, karena lapisan atau komponennya bisa rusak lebih dulu.

Baca Juga:

Risiko Jika Emas Asli Jika Dibakar

Membakar emas putih memang terlihat gampang, tapi panas bisa merusak perhiasan tanpa memberi hasil yang pasti. Berikut risiko yang paling sering terjadi.

  • Lapisan Rhodium Rusak: Panas bisa mengurangi kilai dan merusak lapisan pelindungnya.
  • Tampilan Perhiasan Berubah: Permukaan bisa jadi kusam, padahal belum tentu emasnya palsu.
  • Batu Permata Bisa Rusak: Batu, sambungan, atau bagian yang memakai perekat bisa rusak saat terkena panas.
  • Nilai Estetika dan Jual Turun: Perhiasan yang sudah rusak tentu akan lebih sulit mendapat harga tinggi, apalagi jika Anda berencana ingin menjualnya.
  • Risiko Luka Bakar: Terkena api langsung bisa berbahaya, maka dari itu Anda harus tetap berhati-hati.
  • Hasil Tidak Meyakinkan: Emas asli bisa berubah tampilannya, sementara logam imitasi belum tentu bisa bereaksi.

Cara Mengetes Keaslian Emas Putih yang Aman

Daripada memakai api, Anda bisa mencoba beberapa cara berikut ini agar perhiasan tidak rusak.

1. Periksa Cap Kadar Emas

Cek bagian dalam cincin atau pengait kalung dan gelang. Jika terdapat kode 750 atau 18K umumnya menunjukkan kandungan emas sekitar 75%, sedangkan 585 atau 14K sekitar 58,5%. Namun ingat, cap kadar ini bukan jadi bukti mutlak karena tanda ini juga bisa dipalsukan.

2. Gunakan Magnet untuk Pengecekan Awal

Emas tidak bersifat magnetis, jadi perhiasan yang menempel kuat pada magnet patut dicurigai. Meski begitu, beberapa logam imitasi juga tidak tertarik magnet. Oleh karena itu, anggap tes ini sebagai pengecekan awal saja, dan bukan penentu pasti keaslian emas.

3. Pemeriksaan Profesional

Alat X-ray fluorescence (XRF) bisa menganalisis komposisi logam tanpa merusak perhiasan dalam penggunaan normal. Tapi lapisan permukannya tetap bisa memengaruhi pembacaan. Jadi, sebaiknya serahkan pemeriksaan dan penafsiran emas pada tenaga profesional.

Jangan DIbakar, Yuk Cek Keaslian Emas Anda dengan Lebih Aman

Jadi, emas putih asli jika dibakar bisa berubah tampilannya atau hilang kilaunya. Namun, reaksi ini tidak serta merta menentukan keasliannya. Maka dari itu, cara paling aman untuk mengecek keasliannya adalah dengan cek cap kadar, tes magnet sebagai indikasi awal, dan lakukan tes XRF pada profesional.

Ingin jual emas tanpa surat atau cek keaslian emas agar lebih akurat? Anda bisa datang langsung ke outlet Raja Emas Indonesia terdekat. Hubungi tim kami dan konsultasikan kebutuhan emas Anda sekarang!

Atau Anda ingin punya emas dengan kualitas yang terjamin, maka bisa mengecek katalog Emas Murni Asli. Anda bisa menemukan emas logam mulia, kitkat gold, emas custom, atau edisi spesial yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda. 

Pertanyaan Umum

Siap Jual atau Cek Emas Anda?

Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.