Mahar Uang Pernikahan: Aturan, Ketentuan, dan Contoh Kreasinya

Banyak calon pengantin bertanya apakah mahar uang pernikahan diperbolehkan dan berapa nominal yang pantas diberikan. Pertanyaan ini cukup wajar karena mahar merupakan salah satu syarat sah dalam pernikahan Islam.
Mahar uang menjadi salah satu pilihan yang cukup populer karena dianggap lebih praktis, fleksibel dan langsung bermanfaat bagi istri setelah menikah. Selain itu, uang mahar juga mudah dikreasikan menjadi hiasan untuk dipajang saat akad nikah berlangsung.
Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai uang mahar pernikahan, aturan, dan beberapa contoh mahar uang pernikahan yang bisa Anda jadikan referensi sebelum hari bahagia itu tiba. Simak terus ya!
Apa itu Mahar Uang Pernikahan?
Merujuk pada Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 1 huruf D, mahar merupakan pemberian dari calon suami kepada calon istri, baik dalam bentuk barang, uang, maupun jasa, yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.
Bagi sebagian orang, uang merupakan salah satu bentuk yang paling banyak dipilih dibandingkan dengan emas atau seperangkat alat salat. Hal ini karena nilainya yang lebih mudah dipahami oleh kedua belah pihak dan dapat digunakan secara langsung.
Meski bentuknya berbeda dari mahar barang, kedudukannya tetap sama. Uang mahar tetap menjadi hak pribadi istri sejak diserahkan pada saat akad nikah dan bukan hanya pelengkap seremoni.
Aturan dan Ketentuan Mahar Uang
Sebelum mempersiapkan uang mahar, ada beberapa ketentuan yang perlu dipahami calon pengantin. Ketentuan ini mengacu pada syariat Islam dan kesepakatan kedua belah pihak.
Hukum Memberikan Mahar dalam Bentuk Uang
Mahar dalam bentuk uang sah hukumnya selama jumlahnya disebutkan secara jelas saat akad nikah. Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 4 menegaskan bahwa mahar wajib diberikan kepada istri dengan penuh kerelaan.
Syariat Islam memang tidak menetapkan jenis aset tertentu sebagai mahar dalam pernikahan. Oleh karena itu, baik uang, emas, maupun benda lainnya sama-sama diperbolehkan asalkan bermanfaat bagi istri.
Uang Mahar Menjadi Hak Milik Istri Secara Penuh
Setelah diserahkan, uang mahar tersebut menjadi hak pribadi istri sesuai dengan Pasal 32 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Suami tidak berhak mengambil atau menggunakan uang mahar tanpa izin dan keridaan istri.
Ketentuan tersebut tetap berlaku meski pasangan bercerai di kemudian hari, karena mahar bukan bagian dari harta bersama. Lalu, berapa nominal yang harus diberikan mempelai pria sebagai mahar pernikahan?
Islam tidak menetapkan batas minimal maupun maksimal untuk nominal mahar. Pasal 31 KHI menegaskan bahwa penentuan mahar didasarkan pada prinsip kesederhanaan dan kemudahan.
Para ulama pun menganjurkan bahwa nominal mahar tersebut berkisar antara 10-500 dirham perak, atau setara dengan ratusan ribu hingga puluhan juta rupiah, sesuai kurs perak yang berlaku. Namun, hal ini merupakan panduan dan bukan sebuah keharusan.
Contoh Mahar Uang dan Bentuk Kreasinya
Selain nominalnya, cara mengemas mahar uang juga menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pengantin. Berikut beberapa contoh mahar uang yang bisa Anda jadikan inspirasi.
1. Nominal Angka Bermakna
Banyak pasangan menyesuaikan jumlah uang mahar dengan tanggal pernikahan atau angka yang memiliki makna khusus bagi keduanya. Cara ini membuat mahar terasa lebih personal dan lebih mudah diingat. Nominalnya tetap bisa disesuaikan dengan kemampuan tanpa harus mengikuti tren yang beredar di media sosial.
2. Kreasi dalam Bingkai atau Pigura
Uang kertas ditata rapi membentuk pola seperti kipas, bunga, atau siluet wajah, lalu dipajang di dalam bingkai kaca. Pemilihan pecahan uang dengan warna senada membuat tampilan mahar tersebut terlihat lebih rapi dan menarik. Anda juga bisa menambahkan bunga kering atau dekorasi sederhana agar bingkai mahar terlihat lebih elegan.
3. Kreasi Bentuk 3D atau Akrilik
Mahar juga dapat dibuat dalam bentuk 3D menggunakan uang replika, kemudian dipadukan dengan akrilik transparan sebagai wadah. Cara ini membuat tampilannya lebih kreatif tanpa perlu melipat atau membentuk uang rupiah asli secara berlebihan. Uang asli tetap dapat diserahkan secara terpisah saat akad sebagai mahar yang sebenarnya.
Tips Memilih dan Menyiapkan Mahar Uang Pernikahan
Sebelum menentukan bentuk akhir mahar berupa uang, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal berikut agar prosesnya berjalan lancar dan sesuai dengan syariat. Berikut beberapa tips yang dapat Anda terapkan.
- Diskusikan nominal sejak awal: Bicarakan besaran mahar bersama calon istri dan keluarganya jauh sebelum hari akad, agar tidak ada kesalahpahaman saat prosesi berlangsung.
- Sesuaikan dengan kemampuan: Hindari menentukan nominal besar hanya karena mengikuti tren atau standar orang lain, karena mahar yang baik adalah yang tidak memberatkan.
- Pilih pecahan uang dalam kondisi baik: Jika ingin membuat hiasan mahar dari uang asli, gunakan uang yang rapi dan hindari melipatnya terlalu sering agar tidak kusut.
- Pertimbangkan uang mainan untuk hiasan: Untuk kreasi tiga dimensi atau dengan bingkai akrilik yang rumit, gunakan uang mainan sebagai pengganti agar uang asli tidak rusak, dan serahkan uang aslinya secara terpisah saat akad.
- Sebutkan nominal secara jelas saat akad: Pastikan jumlah mahar disebutkan dengan jelas di hadapan penghulu dan saksi agar sah sebagai mahar musamma.
- Simpan bukti serah terima jika perlu: Beberapa pasangan membuat catatan sederhana sebagai kenang-kenangan atau bukti bahwa mahar sudah diserahkan sepenuhnya kepada istri.
Sudah Siap Menentukan Mahar Pernikahan yang Berkesan?
Menyiapkan mahar uang pernikahan sebenarnya tidak rumit. Anda bisa memilih uang tunai, membuatnya dalam bentuk bingkai atau akrilik, atau mengombinasikannya dengan emas sesuai kemampuan dan kesepakatan bersama. Apa pun bentuknya, mahar tetap menjadi simbol ketulusan dan tanggung jawab dalam pernikahan.
Jika ingin menambahkan emas atau logam mulia sebagai mahar, pastikan keasliannya terlebih dahulu agar lebih yakin saat diserahkan. Anda bisa menggunakan layanan cek keaslian emas dari Raja Emas Indonesia, dan jika suatu saat ingin menjualnya tanpa surat, tersedia layanan jual emas tanpa surat. Cek info selengkapnya →
Pertanyaan Umum
Siap Jual atau Cek Emas Anda?
Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.