Wajib Tahu! Inilah Perbedaan Tunangan dan Lamaran

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa perbedaan tunangan dan lamaran? Di Indonesia, istilah tunangan dan lamaran sering kali digunakan secara bergantian, jadi lama-kelamaan dianggap sebagai hal yang sama. Padahal, keduanya punya perbedaan mendasar dalam konsep dan prosesi pelaksanaannya.
Perbedaan tunangan dan lamaran dapat dilihat dari momennya. Tunangan biasanya dilakukan secara lebih personal oleh pasangan, sedangkan lamaran adalah prosesi yang lebih formal dan melibatkan keluarga besar. Yuk, simak pembahasan berikut untuk memahami lebih lanjut tentang perbedaan kedua prosesi ini termasuk tradisi dan syarat yang menyertainya!
Perbedaan Tunangan dan Lamaran
Ada beberapa elemen yang mendasari perbedaan antara tunangan dan lamaran. Berikut ini penjelasan secara rinci yang dapat Anda pelajari.
1. Makna Acara
Meskipun keduanya adalah prosesi pranikah yang sama-sama penting bagi pasangan, ada perbedaan di makna dan hakikat kedua prosesi ini. Tunangan adalah prosesi yang fokusnya pada ikatan janji personal dan kesepakatan komitmen yang dilakukan pasangan untuk terus bersama menuju pernikahan. Sementara lamaran adalah prosesi yang berfokus ke silaturahmi keluarga pihak pria ke keluarga pihak wanita untuk meminta izin meminang putrinya.
2. Formalitas Acara dan Pihak yang Terlibat
Secara formalitas dan pihak yang terlibat di kedua prosesi ini pun juga berbeda. Untuk tunangan, karena hakikatnya prosesi ini hanya terjadi di antara pasangan, tentu sifatnya lebih intim dan juga fleksibel. Biasanya pihak yang terlibat pun hanya pasangan calon atau saksi terdekat.
Sedangkan lamaran, sifatnya lebih sakral dan formal. Biasanya prosesi lamaran juga kental akan adat istiadat setempat. Selain itu, acara lamaran tidak hanya melibatkan keluarga inti, tetapi juga keluarga besar kedua belah pihak, tokoh adat, sampai pemuka agama.
3. Rangkaian Acara
Saat tunangan, rangkaian acara sangat sederhana yaitu pertukaran cincin dan juga doa. Penyerahan bawaan atau seserahan boleh dilakukan tapi tidak wajib dan biasanya hanya berupa bingkisan atau makanan tradisional sederhana.
Meskipun sama-sama bertukar cincin, prosesi lamaran biasanya lebih terstruktur. Umumnya meliputi penyampaian permintaan pinangan, pemberian jawaban dari pihak wanita, perkenalan antara keluarga besar kedua belah pihak, lalu penyerahan seserahan lengkap (meliputi busana, alat rias atau alat perawatan diri, sepatu, perhiasan, dan makanan tradisional). Selain itu, di saat lamaran kedua belah pihak juga biasanya akan berdiskusi dan bermusyawarah mengenai rencana pernikahan. Keluarga akan menentukan tanggal akad, adat istiadat prosesi pernikahan, mahar, dan persiapan logistik lainnya.
4. Waktu Pelaksanaan Acara
Perbedaan tunangan dan lamaran juga ada di segi waktu pelaksanaan. Tunangan biasanya dilakukan sekitar 1 sampai 3 tahun sebelum menikah. Tunangan memiliki rentang waktu yang jauh lebih fleksibel dibandingkan lamaran. Waktu tunangan sendiri dapat dimanfaatkan pasangan untuk memantapkan kesiapan diri, finansial, serta saling mengenal karakter masing-masing lebih dalam lagi.
Lamaran adalah tahap akhir pranikah, jadi eksekusi prosesi ini biasanya mendekati tanggal pernikahan. Umumnya 1 hari sampai maksimal 5-6 bulan sebelum hari H.
Jadi, mana yang lebih dulu? Lamaran dulu atau tunangan dulu? Melihat dari alur waktu pelaksanaan yang umum, berarti yang dilakukan terlebih dulu adalah tunangan, lalu diikuti dengan lamaran, baru diikuti dengan pernikahan. Anda dapat mendiskusikan perihal pelaksanaan prosesi pranikah dengan pasangan Anda dan juga keluarga.
Pengertian Tunangan dan Lamaran
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, tunangan dan lamaran memiliki arti yang berbeda. Kata “tunangan” adalah bentuk turunan dari kata dasar “tunang.” Dalam artikel ini, kata “tunangan” merujuk pada sebuah prosesi. Namun secara leksikal, kata “tunangan” juga bisa berarti orang yang dijadikan tunang maupun hasil dari proses menunangkan.
Sementara itu, kata “lamaran” adalah bentuk turunan dari kata dasar “lamar”. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, lamaran berarti permintaan untuk meminang. Berarti proses permohonan yang dilakukan oleh pihak lelaki ke pihak wanita untuk dijadikan istri di hadapan keluarga besarnya.
Tradisi Tunangan dan Lamaran di Indonesia
Beragamnya suku dan kepercayaan yang ada di Indonesia membuat proses pranikah semakin beragam. Di samping itu, semakin mudahnya kita terpapar berbagai tradisi modern, membuat prosesi tunangan dan lamaran jadi semakin menarik. Mari kita bahas berbagai bentuk momen tunangan dan lamaran, baik dalam tata cara adat di Indonesia maupun secara modern, sebagai berikut.
Tradisi Adat di Indonesia
1. Adat Jawa
Prosesi lamaran dalam adat Jawa diawali dengan nembung yaitu kunjungan perwakilan keluarga pria ke rumah orang tua pihak wanita untuk menanyakan atau meminta ketersediaan calon mempelai wanita untuk dipersunting.
Ada juga yang disebut paningset atau peningset yaitu penyerahan perhiasan, kain batik, bahan kebaya, uang tukon, dan makan tradisional berbahan beras ketan sebagai lambang pengikat kedua belah pihak. Nah, prosesi ini biasanya dirangkai bersama dengan malam midodareni.
2. Adat Sunda
Dalam adat Sunda, prosesi diawali dengan neundeun omongan di mana keluarga akan bersilaturahmi secara informal untuk memastikan bahwa si calon mempelai wanita belum dipinang pria lain.
Setelah itu pihak pria akan melakukan lamaran resmi yang disebut narosan/ngalamar/nyereuhan dengan membawa hantaran busana, perhiasan, makanan kesukaan calon mempelai wanita, dan daun sirih. Lalu, ada juga upacara di mana calon pengantin pria menyerahkan barang-barang perlengkapan untuk calon mempelai wanita yang disebut seren sumeren.
3. Adat Batak Toba
Tahap awal memilih calon wanita atau mangairit & mangalehin tanda yang nantinya dilanjutkan dengan penyerahan bingkisan sebagai simbol tanda ikatan, biasanya berbentuk uang dari pihak pria dan sarung dari pihak wanita. Ada juga marhori-hori dinding di mana keluarga inti akan bertemu secara tertutup untuk melakukan musyawarah atau marhusip untuk mendiskusikan nilai sinamot (mahar), suhut bolahan amak (lokasi acara), dan tanggal pernikahan.
Untuk masyarakat Batak Toba Kristen, prosesi pertunangan resmi di hadapan pengurus jemaat dan jemaat gereja disebut martumpol. Pasangan akan menandatangani perjanjian dan bertukar cincin, lalu nantinya rencana pernikahan akan diumumkan saat ibadah Minggu.
4. Adat Betawi
Pihak pria di adat Betawi akan mengutus rombongan keluarga yang didampingi oleh seorang Juru Bicara khusus. Nah, pihak pria nantinya akan membawa hantaran sirih di saat lamaran. Sirih lamaran biasanya akan dihias dengan cantik sebagai simbol penghormatan kepada keluarga pihak wanita.
Uniknya, permohonan lamaran akan dilakukan dengan tradisi berbalas pantun sampai akhirnya dicapai kesepakatan tentang rincian pernikahan.
5. Adat Bali
Dalam adat Bali, tahap perkenalan dan permohonan untuk meminang disebut mesedek yang dilakukan oleh orang tua pria ke kediaman keluarga pihak wanita. Selanjutnya, jika sudah disetujui kedua belah pihak, akan dilakukan proses lamaran resmi di kediaman wanita yang disebut memadik. Pihak pria akan membawa sesajen, buah-buahan, pakaian adat, serta kue tradisional.
Lalu, ada madewasa ayu atau penentuan hari dan tanggal baik pernikahan yang dilakukan oleh Sulinggih atau pemangku yang dilakukan setelah lamaran diterima.
6. Adat Tionghoa
Jika umumnya tunangan dan lamaran dilakukan dengan pertukaran cincin, di adat Tionghoa ada prosesi yang disebut tingjing/dingqin di mana ibu calon mempelai pria akan memasangkan kalung kepada calon wanita. Di momen ini juga dilakukan penentuan tanggal pernikahan dan penyerahan baki hantaran dalam jumlah genap (kecuali angka 4.)
Nah, untuk prosesi tunangan dengan bertukar cincin itu disebut tinghun/dinghun. Dalam waktu 1 bulan sampai 1 minggu sebelum pernikahan, pihak pria akan membawa seserahan. Proses ini disebut sangjit. Pihak pria akan menyerahkan perhiasan, busana, kosmetik, buah-buahan manis, manisan, lilin merah, wine, dan angpao. Yang menarik adalah, pihak wanita nantinya akan mengembalikan sebagian isi seserahan dan angpao sebagai simbol kerja sama.
Tren Modern
Sekarang ini, masyarakat Indonesia terutama yang tinggal di perkotaan cenderung menggabungkan prosesi tunangan dan lamaran dalam satu kali acara. Hal ini dilakukan dalam usaha efisiensi anggaran dan pastinya lebih praktis untuk kedua belah pihak. Nah, jika Anda bingung apakah harus melakukan lamaran dulu atau tunangan dulu, mungkin Anda bisa menggabungkan kedua prosesi tersebut menjadi 1 acara yang terstruktur.
Syarat Tunangan dan Lamaran
Anda sudah memahami secara mendalam mengenai perbedaan tunangan dan lamaran, pengertiannya, bahkan sampai tradisi pelaksanaannya di Indonesia. Lalu, bagaimana dengan syaratnya? Simak penjelasannya sebagai berikut.
1. Restu dan Kehadiran Keluarga
Tiada yang lebih penting selain doa restu dari keluarga. Pastikan Anda sudah mendapatkan restu dari kedua belah pihak. Di saat prosesi tunangan biasanya cukup dihadiri oleh keluarga inti. Sedangkan saat lamaran, biasanya akan dihadiri keluarga besar kedua belah pihak. Jangan lupa untuk melibatkan tokoh agama untuk membantu sesi doa dalam kedua prosesi ini
2. Seserahan atau Hantaran
Siapkan seserahan atau hantaran. Untuk prosesi tunangan, hantaran itu sebenarnya opsional dan umumnya Anda cukup membawa bingkisan makanan tradisional atau parcel sebagai simbol penghormatan. Untuk prosesi lamaran, seserahan akan lebih lengkap dan ditujukan lebih ke personal calon mempelai wanita. Isi seserahan lamaran biasanya berbentuk pakaian, kosmetik, sepatu dan tas, dan makanan khas daerah.
3. Kesiapan Mental dan Finansial
Selain restu, kesiapan mental dan finansial juga tidak kalah penting. Untuk memulai bahtera pernikahan, diperlukan kedewasaan dan juga kondisi finansial yang stabil. Pastikan Anda sudah benar-benar siap secara mental dan bukan hanya impulsif semata. Persiapkan juga diri Anda dalam segi finansial untuk mempersiapkan tunangan dan lamaran sampai ke pernikahan nantinya.
4. Cincin Tunangan
Cincin adalah simbol pengikat komitmen pasangan sampai nanti ke pelaminan. Anda dapat berdiskusi dengan pasangan dan keluarga untuk bahan cincin yang nantinya akan digunakan. Apakah akan menggunakan cincin tunangan emas, perak, palladium, atau platinum. Sesuaikan dengan anggaran yang sudah disepakati. Ingat, yang terpenting adalah niat hati yang tulus dalam memberikan yang terbaik ke calon Anda.
Cek Keaslian Cincin Tunangan Emas Anda!
Tunangan dan lamaran, meskipun berbeda dalam berbagai aspek, esensinya adalah mengikat komitmen Anda dan pasangan untuk terus bersama dengan restu dari keluarga dalam perjalanan menuju janji suci pernikahan. Apapun adat yang Anda pilih nanti, ada satu hal yang pastinya wajib dipersiapkan yaitu cincin.
Anda tentunya ingin yang terbaik untuk pasangan Anda. Jika Anda sudah membeli cincin tunangan emas, pastikan juga kadar dan keaslian emasnya. Di Raja Emas, Anda dapat mendeteksi kadar dan karat emas cincin tunangan Anda. Dengan alat penguji XRF modern berstandar industri pengecekan emas pastinya akan cepat dan akurat. Kunjungi laman rajaemas.id dan konsultasikan kebutuhan Anda dengan aman dan nyaman. Tunangan dijamin makin tenang!
Pertanyaan Umum
Siap Jual atau Cek Emas Anda?
Temukan outlet Raja Emas terdekat dan datang langsung, buka setiap hari.